Irma1985

Banyak Hal Dapat di ambil Manfaatnya termasuk Blog ini

Have no idea

pada 5 April 2016

Sabtu kemarin hasil tes kepribadian Hafsa keluar. Lembaga Psikologi Terapan Saraswati memberikan hasil tes yang berdasarkan teknologi LPDA (link pattern digital analisis- mungkin membaca coretan anak karena anakku disuruh menulis di kertas-) dan metode SMPS (scheme multi phases scale,saat itu hafsa diminta mencocokan gambar yang di sebelah kiri dan kanan misal gambar rambut dia memilih sisir dan gambar lain yang artinya korelasi)
Mendegar kata psikolog nya,aku kaget karena ternyata untuk anak usia 3thn dia memiliki IQ diatas rata-rata sebaya nya yang ikut tes juga. IQ nya 101 dengan nilai rata-rata yang dipatok adalah 90-109. Dan rasa sedih mulai melanda saat psikolog mulai mengurai satu persatu tentang aspek kepribadiannya. Anakku memiliki tipe kepribadian Indecisiveness yang artinya sulit mengambil keputusan. Galau atau bingung. Hal yang membuatku jadi mengerti tentang mengapa perilaku nya sedikit berbeda dengan sebaya nya. Dia cenderung sering ketakutan sebelum melakukan tindakan semisal jika hari mulai siang lalu saat panas terik dia akan tetap memilih dirumah walaupun aku kadang bilang silahkan mau main diluar dia tetap tidak mau. Walau pakai topi pun tetap tidak mau. Dia bilang takut sakit, takut kotor dan banyak alasan lain. Aki baru ingat kalau dulu sempat dia ingin main diluar kumarahi sehingga tertanam dalam benaknya bahwa dia jangan main diluar kalau tidak mau diomeli umy atau tidak mau membuat umy marah. Tipe orientasi nya adalah dia akan terbiasa bekerja berdasarkan role modelling dan keteladanan. Dan yang ia lihat sehari-hari adalah aku. Sebagai ibu kadang aku lelah dengan segala aktifitas dirumah. Kadang lelah dengan adil baru nya. Sehingga kadang tak ada waktu untuk sekedar sharing dengannya. Kadang saat ia mengajak main aku malah asik bermain dengan gadget. Saat ia minta waktu untuk diperhatikan aku kadang malah memarahinya. Ya Allah rasanya sakit sekali bila mengingat tak sedikit perlakuan kasar atau kata-kata yang aku mungkin ungkapkan padanya saag aku emosi. Padahal ia hanya anak kecil. Yang ingin disayangi dan dicintai. Dan parahnya dia meniru semua yang aku lakukan dan dia terapkan pada fikirannya daripada umy ngomel lebih baik dia ikuti saja. Aku diberitahu psikolognya bahwa aku terlalu banyak mengatur hidupnya sehingga dia menjadi kurang bisa mengeksplorasi dan mengembangkan kreativitas. Aku terlalu banyak berkata “jangan” sehingga dia takut dan bingung bila berbuat sesuatu. Dalam attitude scale nya Dominasi ada di angka 76, independen ada di angka 16 ini karena dia terlalu takut salah. Takut aku marah sehingga dia tidak ingin jauh dariku. Dia ingin terus berada di dekatku karena bila jauh dia takut tak bisa mengambil keputusan😦 sedihh. Ketahanan nya ada di angka 88,ini menunjukan sikap dia yang memiliki pertahanan yang tinggi dengan dirinya. Dia cenderung galak dan tidak mau mengalah. Saat dia marah dan galak pada orang lain sebenarnya dia ingin marah atau galak pada diriku tapi tidak bisa sehingga dia meluapkan pada orang lain yang lebih lemah. Ini sangat menjawab pertanyaanku mengapa ia cenderung galak pada sesama nya dan tidak mau berbagi. Ternyata semua masalah psikologi yang dia miliko semua berasal dari aku. Aku lah akar semuanya karena dia hanya melihat aku sebagai contohnya. Sedih sekali. Yang aku inginkan aku bisa menjadi ibu yang baik bagi dirinya. Belajar mengatur emosi dan lebih peka terhadap keinginanya. Tegas tapi tidak harus marah. Aku juga ingin kami (aku,ayahnya anak-anak) bisa bersama lagi dalam satu rumah sehingga mungkin anakku bisa meniru dari kebiasaan positif ayahnya dan bukan hanya melihat diriku. Aku sendiri kadang memiliki emosi yang tidak stabil sehingga kadang perilaku negatif menjadi muncul ke permukaan. Maafkan umy ya teh hafsa sayang..umy janji akan berusaha lebih keras lagi untuk menjadi ibu yang baik bagimu nak..

image


5 responses to “Have no idea

  1. hanifmiauw mengatakan:

    semangat umy irma sayang.. jangan sedih lama-lama yaa, insya Allah seiring dengan kuatnya tekad, usaha dan doa untuk senantiasa jadi umy yg terbaik buat teh hafsa dan dede hamizan, pelan-pelan yg dilihat oleh mereka juga akan berubah. lagipula, buat anak-anak, insya Allah seorang umy akan selalu jadi sosok yg mereka selalu temukan cinta di hangat pelukannya🙂 barakallah yaa irma dan sekeluarga, mudah-mudahan senantiasa jadi keluarga solid dan bahagia yg selalu ada dalam penjagaan-Nya, aamiin🙂 nanti klo giliran saya yg punya baby insya Allah, ajarin ilmu parenting ya maa :*

    • Irma handayani mengatakan:

      Hehehe makasihh ateu anip sayangkuu :-* :-* jadi malu ternyata ada yg baca postingan desperate house wife😀 insya allah tetep berusaha nip wlopun susah bgt nahan marah en jengkel sama tteh hafsa .hihi..iya siapp nif :-* kangeen

  2. Fany mengatakan:

    yg saya baca dari buku ayah edy, org tua sebenarx tidak boleh melarang anak untuk melakukan suatu hal “selama itu tidak berbahaya” misalnya main pisau, listrik, dll. karena saat anak mengeksplore sesuatu yang baru, maka saat itu otaknya berkembang.
    tetap semangat bundaaa… sy juga full time mom, saya ajarkan anakku utk minta maaf pas buat kesalahan, kalo gak aku suruh dia berdiri di sudut ruangan, tujuanx biar aku gak marahin dia. tapi, kalo dia sdh minta maaf, sy gak pernah marah, lgsg peluk dan cium dia. jadi dia gak pernah takut utk ekplore hal yg baru. soalnya kalo salah, aku g marahin dia, tapi tetap tegas kalo tdk minta maaf

    • Irma handayani mengatakan:

      Aku masih suka susah atur emosi nih bun.terutama kalo sudah menyangkut keselamatan adiknya.kk nya emang jahil sama adiknya nih.maksudnya ngajak main tapi ya jadi menyakiti gtu.kadang sy klo udh capek jadi ancam2 dia.suka menyesal deh klo anaknya udah tdur.tapi klo bangun trus bkin pusing lagi sy marah lg.hadeuh susah ya ngatur emosi.udah dibanyakin istighfar ajaa.mgkn dia kesel sm aku krna dia merasa selalu disalahin juga klo udah menyangkut adiknya.makanya jadinya membangkang terus.iya bun makasih dorongan semangatnya😀

  3. Irma handayani mengatakan:

    Mba aku baca cerita motivasi gtu tentang susahnya mengatur emosi saat sedang marah sama anak.jd dalam kasus itu si penasihat memberi nasihat agar si ibu tiap marah coba menancapkan paku di tembok rumahnya.jadi hampir setiap hari si ibu marah dia tancapkan paku dengan paku di tembok.hari pertama banyak bgt kesana2nya krna males dia ngga pernah marah sama anaknya.si penasihat memberitahu agar si ibu membuka paku yang dia tancapkan.seketika dia sadar bahwa tembok itu sudah bolong meskipun tiada paku menancap disana.nah begitulah kondisi hati anakmu saat ini.jadi walaupun km tidak lagi marah tapi sakit di hatinya akan tetap berbekas.wah makjlebb bangett abis baca itu rasanya mau minta maaf bgt sama anakku udah marah selama ini.semoga dia ngga dendam sama aku dan semoga dia belum terlalu banyak terluka 😩😵

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: