Irma1985

Banyak Hal Dapat di ambil Manfaatnya termasuk Blog ini

Materi parenting dalam seminar sehari morinaga

pada 11 Maret 2016

RAHASIA MEMBENTUK SI KECIL BERPERILAKU CERDAS & CERDAS BERPERILAKU SEJAK DINI

Oleh: dr. H. M. Ali Firdaus,SpA, MH.Kes

Setiap orangtua mengharapkan memiliki anak yang cerdas
Kecerdasan seorang anak tidak hanya diukur dari kemampuan intelektualnya saja tanpa memperhatikan aspek perilakunya, sebenarnya apa itu anak yang berperilaku cerdas, dan bagaimana seorang anak yang cerdas berperilaku, Ciri-ciri anak berperilaku cerdas dan cerdas berperilaku:

Berperilaku cerdas:
1. menyelesaikan masalah dengan tepat, benar dan cepat
2. mempunyai banyak alternative/kreatif
Cerdas berperilaku :
1. perilaku adaftif mampu menyesuaikan dengan situasi
2. ditunjukkan secara konsisten tanpa tergantung adanya kehadiran orang tua

Siapa yang dimaksud dengan Anak?
Menurut UU No.23/2002/perlindungan anak. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Ciri khas anak adalah ditandai dengan adanya proses tumbuh kembang yang selalu berbeda pada setiap tahapan usianya. Individu mulai saat konsepsi (pertemuan antara sel sperma dengan sel telur/ovum) sampai individu tersebut berusia 18 tahun.
Saat sebelum terjadinya konsepsi terjadi suatu proses kompetisi diantara sel-sel sperma untuk mencapai sel ovum dan hanya 1 sperma sang juara yang berhasil mencapai ovum, saat itulah yang , menjadi cikal bakal manusia.
Tumbuh kembang anak:
Pengertian
1. Pertumbuhan
Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat
Contoh: panjang/tinggi badan, lingkar kepala

2. Perkembangan
Bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh yang lebih kompleks
Contoh: kemampuan berbicara, motoric kasar, motoric halus, sosialisasi, kemandirian

Tahapan tumbuh kembang anak
Tahapan intra uterin:  (antenatal/sebelum lahir)= dalam kandungan selama 40 minggu
Tahapan ekstra uterin (postnatal/setelah lahir)tdd:
3. neonatus 0-28 hari
4. bayi (infant) 1-12 bulan
5. anak kecil (toodler) 1-3 tahun
6. pra-sekolah (pre-school) 3-6 tahun
7. usia sekolah (school-age) 6-12 tahun
8. pra-remaja (youth) 12-15 tahun
9. remaja (adolescent) 15-18 tahun

Cara orangtua menilai kecerdasan dan perilaku anak:
Berdasarkan atas perbandingan dengan anak lain yang sebaya (tidak dianjurkan). Berdasarkan parameter yang melibatkan semua aspek perilaku anak (aktivitas fisik, respons, reaksi dsb) Berdasarkan penilaian sewaktu-waktu atau sesaat. Berdasarkan penilaian yang regular dan rutin
Menggunakan parameter keinginan orang tua semata Memperhitungkan tahapan normalisasi  perilaku anak yang sesuai dengan tahapan usianya.silahkan memilah mana yang dianjurkan dan tidak dianjurkan

Kecerdasan dan Perilaku Anak:
1. Tidak bisa dibentuk secara instan
2. Masa awal 1000 hari pertama kehidupan anak akan sangat menentukan
3. Penilaian harus menyesuaiakan dengan tahapan normalisasi perilaku anak sesuai usianya
Kapan waktu tepat untuk menstimulasi otak anak:
4. Saat emosi anak sedang kondusif/baik
5. Dilakukan oleh panutan yang dipercaya oleh anak yaitu orangtua nya
6. Melakukan hal yang disukai anak

Orangtua merupakan garda terdepan dalam mengasuh atau menumbuh kembangkan anak. Orangtua perlu belajar menerapkan pengasuhan yang baik melalui berbagai media. Kerjasama ayah-ibu (partnership parenting) perlu di bina sejak anak sebelum lahir. Belai, bicara, bercerita, berpikir (5B)
Belaian setiap hari mempengaruhi tumbuh kembang anak menjadi lebih survive, sehat, tidur menjadi nyenyak dan meningkatkan daya tahan tubuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: