Irma1985

Banyak Hal Dapat di ambil Manfaatnya termasuk Blog ini

Penanganan Eklampsia

pada 6 November 2010

Penanganan Eklampsia

Saat diadakannya pelatihan penyegaran klinis bagi bidan YPKP lulusan prodi Kebidanan Bandung pada tanggal 13 -16 Januari 2009 di Hotel Yehezkiel, ada diskusi yang menarik yaitu tentang pemberian MgSO4 pada pasien pre eklampsia. Ada hal yang berbeda pada pemberian MgSO4, seperti kebijakan yang dilakukan dalam memberikan MgSO4 peserta pelatihan dari Bandung mengatakan memberikan MgSO4 secara Intra Muskuler (IM) di bokong kanan dan bokong kiri, masing-masing sebanyak 5 gram, sedangkan pemateri, dr Mutia Sp.OG, mengatakan bahwa kebijakan yang berlaku di RS Cipto Mangunkusumo bahwa pemberian MgSO4 diberikan secara Intra Vena (IV) baik bolus dan drip, hal ini dilakukan untuk memberikan “kenyamanan” bagi pasien nya karena pemberian MgSO4 harus diberikan perlahan-lahan dan dalam 10 menit.

Pemberian MgSO4 terasa “panas” di tubuh pasien, dapat dibayangkan selain rasa panas juga rasa pegal disuntik secara IM di bokong, begitulah rasional yang disampaikan beliau dalam pelatihan tersebut. Sebagai pemberi pelayanan kesehatan, seharusnya kita juga seolah-olah dapat merasakan apa yang pasien rasakan, karena kita tidak juga pasti tidak mau diperlakukan seperti itu, karena pasien tidak hanya dipenuhi kebutuhan medisnya juga kebutuhan psikisnya, lanjutnya.

Secara ringkas, tatalaksana pemberian MgSO4 pada pasien pre eklampsia berdasarkan penjelasan dr Mutia Sp.OG adalah sebagai berikut:

1. Posisikan pasien dengan posisi kepala miring kiri, ikat bila diperlukan untuk menjaga keamanan pasien dan pasang tongue spatel/ goedel untuk mencegah trauma di lidah/ mulut pada saat pasien mengalami kejang.

2. Berikan O2 sebanyak 6 liter/ jam untuk memperlancar sirkulasi pernapasan

3. Untuk mengatasi kejang, berikan Diazepam 10 mg IV (apabila infus sudah terpasang). Bila tidak memungkinkan berikan secara IV melalui vena langsung.

4. Diazepam/ valium diberikan dengan dosis maksimal 3 kali dalam waktu 1 jam. Berikan nifedipine 10 mg digerus diberikan sublingual (digerus) untuk mengatasi hipertensinya.

5. (Setelah infus terpasang) Berikan MgSO4 40 % 2 gr (5 cc) + cairan Ringer Laktat (RL) 5 cc diberikan secara IV ketika jarum abocath sudah terpasang kemudian pasangkan infus. Cairan infus diberikan drip MgSO4 40% (6gr) dalam 500 cc cairan RL untuk 6 jam sebanyak 30 tetes/ menit.
Dalam 24 jam cairan RL yang masuk sebanyak 4 kolf (2000 cc) dan MgSO4 40% 24 gr (60 cc)

6. Pantau keadaan ibu dan janin dan apakah terdapat tanda-tanda keracunan MgSO4. Hal-hal yang perlu dipantau yaitu: Tekanan darah, keadaan umum ibu, denyut jantung janin, dan kemajuan persalinan jika sudah ada tanda-tanda persalinan.
7. Jika terdapat tanda-tanda keracunan MgSO4 seperti refleks patella -/-, volume urine sedikit atau kurang 30 cc/ jam, terjadi apneu atau pernapasan kurang dari 16 kali per menit, berikan antidotum MgSO4 yaitu Kalsium Glukonas.

8. Monitoring kemajuan persalinan. Pada pasien dengan PEB, dipantau jika dalam waktu 6 jam masih hipertensi dan keadaan umum belum baik, lakukan SC. Jika pasien eklampsia dipantau selama 2-4 jam, baru lakukan SC. Jika pasien eklampsia dipantau selama 2-4 jam, baru lakukan SC jika keadaan masih tetap sama.

9. Bila keadaan umum baik dan memungkinkan untuk persalinan per vaginam maka dibantu dengan persalinan menggunakan forcep/vacum

10. Setelah 8 jam pasca persalinan, keadaan umum ibu baik, hentikan pemberian MgSO4.

Sumber: Materi Pelatihan Penyegaran Klinis Bagi Bidan di Hotel Yehezkiel, Bandung pada hari rabu, 14 Januari 2009, dengan materi Preeklampsia disampaikan oleh dr Mutia Prayanti E., Sp.OG


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: